
Gerakan NAPAK TILAS pada awalnya bermula dari pemikiran beberapa alumni SMP Negeri 12 Bandung. Secara geografis, lingkungan penyangga SMP Negeri 12 Bandung berada di daerah tinggi kawasan Utara bandung, dengan kondisi pertumbuhan masyarakat dan industry yang ada, kondisi lingkungan hidup kawasan bandung utara yang sedianya merupakan daerah resapan air sudah banyak berubah fungsi sehingga akhirnya daerah resapan berubah menjadi daerah “luncuran” air yang yang mengirimkan ratusan ribu meter kubik air ke cekungan bandung pada setiap hujannya, mengakibatkan bandung pada setiap kali hujan harus menerima limpahan air yang tidak tertampung oleh jaringan drainase kota Bandung.
Dari pemikiran inilah lahir NAPAK TILAS dimana dasarnya pemikirannya sangat sederhana, apabila setiap orang tergugah untuk menanam satu pohon, maka 3 dari tiga juta penduduk kota bandung akan tertanam tiga juta pohon, apabila setiap orang tergugah untuk membuat satu buah biopori dengan kapasitas penyerapan air 0.33 M3 air sekali hujan maka dari 3 juta penduduk bandung akan terserap air 1 juta meter kubik.
Bentuk kegiatan NAPAK TILAS sendiri sangat sederhana, melalui pengenalan penghijauan kepada siswa-siswi Sekolah Menengah, dengan aksi nyata berupa penanaman pohon, diharapkan dapat terbentuk jiwa mau berjuang demi bumi yang lebih baik, dan lebih hijau.
Semua dapat terlibat, semua dapat berpartisipasi,..... mari, sebelum semuanya terlambat,......